Dan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua orang laki-laki, yang seorang Kami beri dua buah kebun anggur dan Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan diantara keduanya (kebun itu) Kami buatkan ladang. Kedua kebun itu menghasilkan buahnya, dan tidak berkurang (buahnya) sedikit pun, dan di celah-celah kedua kebun itu Kami alirkan sungai, dan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika berbual-bual dengannya, “Hartaku lebih banyak dari hartamu dan pengikutku lebih kuat.”

Dan dia memasuki kebunnya dengan sikap merugikan diri sendiri (kerana angkuh dan kufur); dia berkata, “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya, dan aku kira hari Kiamat tidak akan datang, dan sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada ini.”

Kawannya (yang beriman) berkata kepadanya sambil berbual-bual dengannya, “Apakah engkau ingkar kepada (Tuhan) yang menciptakan engkau dari tanah, kemudian dari setitis air mani, lalu Dia menjadikan engkau seorang lelaki yang sempurna? Tetapi aku percaya Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak akan mempersekutukan Tuhanku dengan suatu apa pun. Dan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ‘MasyaAllah, la quwwata illa billah’ (Sungguh, atas kehendak Allah semua ini terjadi), tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah, sekalipun engkau anggap harta dan keturunanku lebih sedikit daripadamu, maka mudah-mudahan Tuhanku, akan memberikanku yang lebih baik dari kebunmu ini, dan Dia mengirimkan petir dari langit ke kebunmu, sehingga (kebunmu itu) menjadi tanah licin, atau airnya surut ke dalam tanah, maka engkau tidak akan dapat menemukannya lagi,”

Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu dia membolak-balikkan kedua telapak tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang telah dia belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur roboh bersama penyangganya lalu dia berkata, “Betapa sekiranya dahulu aku tisak mempersekutukan Tuhanku dengan suatu apa pun.”

Al-Kahfi : 32-42

Advertisement